BAB II
PENGHALANG-PENGHALANG PERKAWINAN
1.Pengertian
Penghalang Perkawinan
Menurut hukum
perkawinan Islam,hal yang menjadi sebab haramnya perkawinan antara seorang
laki-laki dengan seorang perempuan disebut (mawani’un nikah). Penghalang
perkawinanialah:”Pertalian antara seorang laki-laki dan seorang perempuan atau
keadaan pada seorang laki-laki atau seorang perempuan yang dinyatakan sebagai
berikut:
a. Berhubungan darah dalam garis
keturunan lurus ke bawah ataupun ke atas.
b. Berhubungan darah dalam garis
keturunan menyamping,yaitu antara saudara, antara seorang dengan saudara orang
tua dan antara seorang dengan saudara neneknya.
c. Berhubungan semenda, yaitu mertua,
anak tiri, menantu dan ibu/bapak tiri.
d. Berhubungan susuan, yaitu orang tua
susuan, anak susuan, saudara susuan,paman dan bibi susuan.
e. Berhubungan saudara dengan isteri, atau
sebagai bibi atau kemenakan dari isteri , dalam hal seorang suami beristeri
lebih dari seorang.
f. Mempunyai hubungan yang oleh agama
atau pelaturan lain yang berlaku, dilarang kawin.
g. Seorang yang masih terikat tali
perkawinan dengan orang lain. Kecuali suami yang telah beristeri mendapat izin
dari isteri pertama/yang sudah ada, dan di benarkan oleh pengadilan agama
dengan memenuhi peryaratannya.
2.Macam-macam
penghalang perkawinan.
Penghalang
perkawinan pada dasarnya dibagi dua, ialah: satu dari segi wujud dan kedua dari
segi shifat.
A.dari segi
wujud.
Dari
wujudnya penghalang perkawinan dibagi dua antara lain:
a.Penghalang
perkawinan yang berwujud pertalian antara calon suami dan calon isteri.
Yangtermasuk dalam katagori ini ialah:
1. Pertalian darah.
2. Pertalian semenda.
3. Pertalian Susuan.
4. Pertalian permaduan.
5. Pertalian sumpah li’an.
6. Pertalian thalak tiga.
b.Penghalang
perkawinan yang berwujud keadaan pada seseorang yang akan melaksanakan
perkawinan. Yang termasuk katagori seperti ini ialah:
1. Keadaan jumlah bilangan isteri.
2. Keadaan berihram.
3. Keadaan menjalani iddah.
4. Keadaan ikatan perkawinan.
5. Keadaan kekafiran dan kemusyrikan.
6. Keadaan berzina.
B.Dari segi
shifat.
Di tinjau
dari segi sifatnya berlakunya penghalang perkawinan dibagi menjadi dua antara
lain:
a.Penghalang
perkawinan yang shifatnya permanent atau selamanya. Yang termasuk katagori ini
ialah:
1. Pertalian darah.
2. Pertalian semenda.
3. Pertalian susuan.
4. Pertalian sumpah li’an.
b.Penghalang
perkawinan yang shifatnya temporair atau sementara, artinya bahwa terdapat kemungkinan
penghalang tersebut berakhir dalam keadaan yang bersangkutan masih hidup,
sehingga dengan demikian dimungkinkan mereka melakukan akad perkawinan. Yang
termasuk dalam katagori ini ialah:
1. Pertalian thalak tiga.
2. Pertalian permaduan.
3. Keadaan jumlah bilangan isteri.
4. Keadaan berihram.
5. Keadaan menjalani iddah.
6. Keadaan ikatan perkawinan.
7. Keadaan kekafiran dan kemusyrikan
8. Keadaan berzina.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar