Sabtu, 09 April 2016

PENGHALANG-PENGHALANG PERKAWINAN


BAB II
PENGHALANG-PENGHALANG PERKAWINAN
1.Pengertian Penghalang Perkawinan
Menurut hukum perkawinan Islam,hal yang menjadi sebab haramnya perkawinan antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan disebut (mawani’un nikah). Penghalang perkawinanialah:”Pertalian antara seorang laki-laki dan seorang perempuan atau keadaan pada seorang laki-laki atau seorang perempuan yang dinyatakan sebagai berikut:
a.     Berhubungan darah dalam garis keturunan lurus ke bawah ataupun ke atas.
b.    Berhubungan darah dalam garis keturunan menyamping,yaitu antara saudara, antara seorang dengan saudara orang tua dan antara seorang dengan saudara neneknya.
c.     Berhubungan semenda, yaitu mertua, anak tiri, menantu dan ibu/bapak tiri.
d.    Berhubungan susuan, yaitu orang tua susuan, anak susuan, saudara susuan,paman dan bibi susuan.
e.     Berhubungan saudara dengan isteri, atau sebagai bibi atau kemenakan dari isteri , dalam hal seorang suami beristeri lebih dari seorang.
f.       Mempunyai hubungan yang oleh agama atau pelaturan lain yang berlaku, dilarang kawin.
g.     Seorang yang masih terikat tali perkawinan dengan orang lain. Kecuali suami yang telah beristeri mendapat izin dari isteri pertama/yang sudah ada, dan di benarkan oleh pengadilan agama dengan memenuhi peryaratannya.
2.Macam-macam penghalang perkawinan.
Penghalang perkawinan pada dasarnya dibagi dua, ialah: satu dari segi wujud dan kedua dari segi shifat.
A.dari segi wujud.
Dari wujudnya penghalang perkawinan dibagi dua antara lain:
a.Penghalang perkawinan yang berwujud pertalian antara calon suami dan calon isteri. Yangtermasuk dalam katagori ini ialah:
1.    Pertalian darah.
2.    Pertalian semenda.
3.    Pertalian Susuan.
4.    Pertalian permaduan.
5.    Pertalian sumpah li’an.
6.    Pertalian thalak tiga.
b.Penghalang perkawinan yang berwujud keadaan pada seseorang yang akan melaksanakan perkawinan. Yang termasuk katagori seperti ini ialah:
1.    Keadaan jumlah bilangan isteri.
2.    Keadaan berihram.
3.    Keadaan menjalani iddah.
4.    Keadaan ikatan perkawinan.
5.    Keadaan kekafiran dan kemusyrikan.
6.    Keadaan berzina.
B.Dari segi shifat.
Di tinjau dari segi sifatnya berlakunya penghalang perkawinan dibagi menjadi dua antara lain:
a.Penghalang perkawinan yang shifatnya permanent atau selamanya. Yang termasuk katagori ini ialah:
1.    Pertalian darah.
2.    Pertalian semenda.
3.    Pertalian susuan.
4.    Pertalian sumpah li’an.
b.Penghalang perkawinan yang shifatnya temporair atau sementara, artinya bahwa terdapat kemungkinan penghalang tersebut berakhir dalam keadaan yang bersangkutan masih hidup, sehingga dengan demikian dimungkinkan mereka melakukan akad perkawinan. Yang termasuk dalam katagori ini ialah:
1.    Pertalian thalak tiga.
2.    Pertalian permaduan.
3.    Keadaan jumlah bilangan isteri.
4.    Keadaan berihram.
5.    Keadaan menjalani iddah.
6.    Keadaan ikatan perkawinan.
7.    Keadaan kekafiran dan kemusyrikan
8.    Keadaan berzina.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar